Jadwal Harian Penuntut Ilmu
Ada Nasehat Indah dari seorang syaikh kepada penuntut ilmu tentang bagaimana seorang penuntut ilmu mengatur waktunya. Kata Beliau Hafidzohullah :
Hendaknya penuntut ilmu mengatur waktunya sedemikian rupa sehingga maksiaml untuk menambah keilmuannya. Berikut ini sedikit tips bagi penuntut ilmu dalam mengatur waktu hariannya.
1. Ba’da sholat subuh sampai terbit matahari menghafal lima ayat alquran, satu hadist dan kesimpulan ringkas dari sebuah matan
2. Dari terbitnya matahari sampai masuk waktu dzuhur, belajar formal atau kerja bagi yang kerja
3. selepas dzuhur membaca buku sejarah atau sastra, makan siang dan tidur siang (bila memungkinkan)
4. Ba’da Ashar : membaca buku hadits/ tafsir / fiqih
5. Ba’da Maghrib : muroja’ah hafalan
6. Ba’da Isya : membaca buku yang ringan kemudian tidur
=========
Adapun jadwal mingguan
hari jum’at digunakan untuk menghayati alquran, dzikir, berdoa serta melakuka ibadah-ibadah yg lain termasuk memperbanyak sholawat
Semoga kita semua dimudahkan untuk memanfaatkan waktu dengan baik Amien
Ikuti di Batu Tv, Ahad 04 Maret 2012 jam 15:30 WIB.. Untuk Warga Kota Malang dn Sekitarnya..
Tayangan Ulang Kajian dari Masjid An-Nur Jagalan Malang,
Bersama; Al-Faqir Abdullah Sholeh Hadrami.
Tema: Berjilbab Tapi Telanjang, Jilbab Punuk Onta, Seputar Permasalahan Jilbab.. Penting Untuk Kaum Muslimin Sebelum Terlambat..
Batu Tv Ahad 04 Maret 2012 jam 15:30 WIB.
Sebarkan, Semoga Bermanfaat dn Menjadi Amal Jariyah..
Renungan : “Daging Ulama’ Beracun”
Ibnu ‘Asaakir rahimahullah berkata :
واعلم يا أخي وفقنا الله وإياك لمرضاته وجعلنا ممن يخشاه ويتقيه حق تقاته أن لحوم العلماء رحمة الله عليهم مسمومة وعادة الله في هتك أستار منتقصيهم معلومة لأن الوقيعة فيهم بما هم منه براء أمره عظيم والتناول لأعراضهم بالزور والإفتراء مرتع وخيم والاختلاق على من اختاره الله منهم لنعش العلم خلق ذميم
“Ketahuilah wahai saudaraku –semoga Allah memberikan taufiqNya kepada kami dan juga kepada engkau menuju keridhoanNya serta mmenjadikan kita termasuk dari kalangan orang-orang yang takut dan bertakwa kepadaNya dengan ketakwaan yang sesungguhnya- bahwasanya daging para ulama –semoga Allah merahmati mereka- adalah beracun, dan kebiasaan Allah untuk merobek tirai para pencela mereka telah diketahui, karena mencela para ulama dengan perkara-perkara yang mereka sendiri berlepas diri merupakan perkara yang besar, dan mencela kehormatan mereka dengan kebohongan dan penipuan adalah lahan yang buruk, serta berdusta atas para ulama yang telah dipilih oleh Allah untuk menegakkan ilmu merupakan akhlak yang tercela” (Tabyiin Kadzib Al-Muftari hal 29)
Menangislah karena dosa yg kau lakukan ….
Hati-hatilah kalau anda tidak bisa menangis karena takut kepada Allah Azza Wa Jalla, Sebab orang yang air matanya kering itu disebabkan ole dosa dan maksiat. Coba perhatikan beberapa Atasar orang sholeh terdahulu berikut :
روى ابن عمر رضي الله عنهما قال: استقبل رسول الله صلى الله عليه وسلم الحجر فاستلمه، ثم وضع شفتيه عليه يبكي طويلاً، فالتفت، فإذا هو بعمر يبكي، فقال: يا عمر ههنا تسكب العبرات.
Ibnu umar berkata: Rasulullah menghadap hajar aswad lalu menciumya kemudian meletakkan kedua bibirnya di atas hajar aswad dan lama menangis, beliau menoleh dan mendapatkan Umar juga menangis, maka beliau bersabda : Wahai Umar di sini terdapat banyak pelajaran…
وقال أبو عمران الجوني: بلغني أن جبريل عليه السلام جاء إلى رسول الله صلى الله عليه وسلم وهو يبكي، فقال: يا رسول الله ما يبكيك: فقال: أو ما تبكي أنت؟ فقال: يا محمد، ما جفت لي عين منذ خلق الله جهنم مخافة أن أعصيه فيلقيني فيها.
Abu Imran aljauni berkata : telah sampai kepadaku suatu kabar bahwa, Jibril datang kepada rasulullah saw yang sedang menangis, maka Jibril berkata : Ya Rasulullah, apa yg membuatmu menangisi? Beliau berkata : Apakah engkau tidak menangis juga? Dia menjawab : Wahai Muhammad, mataku tak pernah kering sejak Allah swt mencipta neraka Jahannam, karena aku khawatir berbuat maksiat, sehingga Allah melemparkan aku ke dalamnya.
وقال يزيد الرقاشي: إن لله ملائكة حول العرش تجري أعينهم مثل الأنهار إلى يوم القيامة: يميدون كأنما تنفضهم الريح من خشية الله، فيقول لهم الرب عز وجل: يا ملائكتي، ما الذي يخيفكم وأنتم عبيدي: فيقولون: يا ربنا لو أن أهل الأرض اطلعوا من عزتك وعظمتك على ما اطلعنا: ما ساغوا طعاماً ولا شرباً، ولا انبسطوا في شربهم، ولخرجوا في الصحاري يخورون كما تخور البقر.
Yazid Ar-raqasyi berkata : Allah memiliki beberapa malaikat di sekitar arasy, yang air matanya mengalir bagaikan sungai sampai hari kiamat tiba, mereka menggigil seolah tersambar oleh angin karena takutnya pada Allah. Kemudian Rabb berfirman : Wahai malaikatku, apa yg membuatmu takut padahal engkau adalah hamba-KU? Maka mereka menjawab : Sekiranya penduduk bumi melihat kebesaran-Mu seperti yang kami lihat, mereka tidak akan mencari makan dan minum, mereka keluar ke padang pasir dan berteriak-teriak seperti sapi.
قال سليمان التيمي: ما شرب داود عليه السلام شراباً إلا مزجه بدموع عينيه.
قال مجاهد: سأل داود ربه أن يجعل خطيئته في كفه فكان لا يتناول طعاماً ولا شراباً إلا أبصر خطيئته فبكى.
Sulaman Attaimi berkata : Nabiyullah Daud as tidak minum minuman kecuali bercampur dengan air matanya. (banyak menangis karena ingat akan kesalahannya).
Mujahid berkata : Nabiyullah Daud as telah memohon kepada Rabb-nya agar kesalahan-kesalahanya diletakkan di telapak tangannya, maka beliau tidak sanggup makan dan minum kecuali sambil melihat dosa-dosanya sehingga menagis.
Menangislah …. menangislah kalau anda tidak bisa menangis maka anda perlu menangis karena tidak bisa menangis
INFORMASI PENTING!!!
TAKMIR MASJID AN-NUR ADALAH PANITIA RESMI PENGAJIAN UMUM FADLILATUSY SYAIKH PROF DR ABDURRAZZAQ BIN ABDULMUHSIN AL-’ABBAD AL-BADR HAFIDHAHULLAH DAN TIDAK BERTANGGUNGJAWAB JIKA ADA PIHAK LAIN YANG MENGATASNAMAKAN PANITIA.
ACARA INI SUDAH KAMI AGENDAKAN BEBERAPA BULAN YANG LALU.
TAKMIR MASJID AN-NUR TIDAK PERNAH MEMBUKA DONASI UNTUK PENGADAAN KONSUMSI BAGI PESERTA KAJIAN INI.
DEMIKIAN INFO INI, SUPAYA DITERUSKAN KE YANG LAIN.
TERIMA KASIH. JAZAKUMULLOH KHOIR.
sumber : http://www.kajianislam.net/2012/02/informasi-penting/
Ketika Allah tak Memberi Apa yang kita harapkan
#Ketika Allah tak Memberi Apa yang kita harapkan#
Ketika Allah tak Memberi Apa yang kita harapkan
janganlah kita bersedih hati
karena Banyak rahasia Allah yang tidak kita ketahui,
mungkin dibalik apa yang buruk menurut kita,
Allah menyimpan suatu keberhasilan untuk kita di kemudian hari.
Atau sebaliknya,
mungkin dibalik apa yang baik menurut kita
tersimpan suatu kegagalan di hari depan,
sehingga tidak Ia kabulkan
apa yang kita minta tersebut.
Teruslah berusaha,
memohon pada Allah, dan janganlah putus asa.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
الْمُؤْمِنُ الْقَوِىُّ خَيْرٌ وَأَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنَ الْمُؤْمِنِ الضَّعِيفِ وَفِى كُلٍّ خَيْرٌ احْرِصْ عَلَى مَا يَنْفَعُكَ وَاسْتَعِنْ بِاللَّهِ وَلاَ تَعْجِزْ وَإِنْ أَصَابَكَ شَىْءٌ فَلاَ تَقُلْ لَوْ أَنِّى فَعَلْتُ كَانَ كَذَا وَكَذَا. وَلَكِنْ قُلْ قَدَرُ اللَّهِ وَمَا شَاءَ فَعَلَ فَإِنَّ لَوْ تَفْتَحُ عَمَلَ الشَّيْطَانِ
“Mukmin yang kuat
lebih baik dan lebih dicintai oleh Allah
daripada mukmin yang lemah.
Namun,
keduanya tetap memiliki kebaikan.
Bersemangatlah atas hal-hal yang bermanfaat bagimu.
Minta tolonglah pada Allah,
jangan engkau lemah.
Jika engkau tertimpa suatu musibah,
maka janganlah engkau katakan:
‘Seandainya aku lakukan demikian dan demikian.’
Akan tetapi hendaklah kau katakan:
‘Ini sudah jadi takdir Allah.
Setiap apa yang telah Dia kehendaki pasti terjadi.’
Karena perkataan law (seandainya)
dapat membuka pintu syaithon.”
(HR. Muslim no. 2664, dari Abu Hurairah)
Jadikanlah impian kita semata-mata
untuk tujuan akhirat
dan bukan dunia semata.
Jika ingin meraih kekayaan,
jadikanlah ia sebagai amal sholih
untuk tujuan akhirat.
Hakikat faqih
Ali bin Abi Thalib radliyallahu ‘anhu berkata, “Sesungguhnya orang yang faqih adalah orang yang tidak membuat manusia merasa berputus asa dari rahmat Allah,,,
Tidak memberi keringanan dalam maksiat kepada Allah,,,
Tidak menjadikan mereka merasa aman dari adzab Allah,,,
tidak meninggalkan al qur’an karena sibuk dengan yang lainnya..
Sesungguhnya tidak ada kebaikan dalam ibadah yang tidak ada ilmunya,,, dan tidak ada kebaikan pada ilmu yang tidak difahami, dan tidak ada kebaikan pada membaca al qur’an yang tidak ditadabburi..
(Al Jami’ li ahkamil qur’an, karya al qurthubi).
Bukan Nasab yang membuat anda mulia
Tidaklah seseorang (bernilai) kecuali dengan agamanya
Maka janganlah engkau meninggalkan ketakwaan dan bersandar kepada nasab
Sungguh Islam telah mengangkat Salman Al-Farisi (*yang bukan orang arab)
Dan kesyirikan telah merendahkan orang yang bernasab tinggi si Abu Lahab”.
(Demikian perkataan ibnu Rojab, Jaami’ al-’Uluum wa al-Hikam, hal 653-654, Syarah hadits ke 36)

